Jumat, 24 Juli 2015

Jenis Kulit Wajah Dan Penyebab Perubahannya

Perubahan kulit terutama pada bagian wajah merupakan suatu siklus yang biasa terjadi, namun jika perubahan terjadi dengan tidak wajar misalnya seorang anak kecil/muda kulitnya berubah menjadi seperti orang tua bisa jadi ada sesuatu yang salah dengan kondisi kulitnya.

Ada beberapa penyebab yang dapat mempengaruhi adanya perubahan jenis kulit, penyebab tersebut antara lain adalah:

1. Faktor Usia
Jenis kulit seseorang akan berubah sesuai dengan usia orang tersebut. Sebagai contoh, Jenis kulit pada masa anak-anak akan cenderung normal, namun setelah memasuki masa remaja kulitnya menjadi berminyak. Kemudian pada saat usia sudah tua, kondisi kulit akan menjadi kering.

2. Makanan Dan Minuman
Berubahnya jenis kulit seseorang juga bisa dipicu dari jenis makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Contohnya, jika seseorang sering mengkonsumsi makanan yang berlemak, pedas, panas, serta meminum es maka bisa menyebabkan perubahan kulit yang sebelumnya dalam kondisi normal manjadi berminyak.

3. Faktor Iklim/Cuaca
Suhu suatu daerah juga menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan pada jenis kulit. Misalnya pada iklim/cuaca yang panas, kulit bisa mengalami perubahan menjadi berminyak. Sedangkan saat kondisi cuaca sedang dingin, kulit akan berubah menjadi kering.

Itulah 3 faktor atau penyebab terjadinya perubahan kulit yang perlu kita ketahui. Selain itu, peting juga kita mengetahui jenis-jenis kulit agar saat kita melakukan perawatan wajah bisa sesuai dalam memilih produk kosmetik. Jenis kulit wajah digolongkan menjadi 4 macam, yaitu:

1. Wajah berminyak
Kulit wajah yang berminyak terjadi karena kelenjar lemak bekerja secara berlebihan maka akan membuat kulit menjadi terlihat mengkilat, tonus kuat, tebal, serta pori-pori menjadi besar sehingga wajah mudah timbul jerawat dan komedo.

2. Kulit Wajah Kering
Berbeda dengan wajah berminyak yang disebabkan berlebihannya kinerja kelenjar lemak, kulit kering justru terjadi karena kurang aktifnya kinerja kelenjar lemak. Efek dari kondisi kulit kering atara lain: kulit terlihat kusam, bersisik, tipis, serta mudah timbul keriput. Lubang pori-pori pada kulit kering tidak kelihatan sehingga mudah terkena gangguan pelebaran pembuluh darah rambut.

3. Kulit Wajah Normal
Jenis kulit wajah yang normal adalah tidak berminyak dan juga tidak kering. Pada kulit wajah yang normal akan terlihat segar dan cerah, lobang pori-pori juga hampir tidak kelihatan. Kondisi kulit wajah normal dalam mengeluarkan kotoran dan daya penyerapan zat-zat yang berguna melalui kulit serta peredaran darah akan berjalan dengan baik/lancar. Pada kulit normal jarang terkena gangguan jerawat maupun komedo yang dapat merusak kulit.

4. Kulit Wajah Campuran
Jenis kulit wajah campuran adalah pada bagian tengah muka yakni hidung, dahi, dan dagu dalam kondisi berminyak atau normal. Namun, pada bagian muka yang lainnya normal atau kering. Kondisi ini dapat terjadi pada semua orang terutama yang berusia di atas 35 tahun.

Sumber referensi:

  1. http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/196310161990012-PIPIN_TRESNA_PRIHATIN/BG_123_Dasar_Rias_(Pipin)/mODUL_1_Dasar_Rias-Facial.pdf
  2. http://boinc.umiacs.umd.edu/team_display.php?teamid=12245
  3. http://milkyway.cs.rpi.edu/milkyway/team_display.php?teamid=14665
  4. http://pahma.berkeley.edu/delphi/modules/auth/profile.php?uid=169191
  5. http://eterna.stanford.edu/web/player/218023/
  6. http://www.wajahayu.com/2015/07/tips-penting-perawatan-kulit-kering.html

Rabu, 15 Juli 2015

Inilah Penyebab Terjadinya Bau Kaki

Kepercayaan diri setidaknya akan mengendor jika kita memiliki masalah dengan bau kaki, selain itu akan mengakibatkan orang sekitar menjadi merasa tidak nyaman. Pertanyaannya adalah Apasih penyebab bau kaki itu?

penyebab-bau-kaki_326544

Bau kaki terjadi karena adanya bakteri yang menetap pada permukaan kulit sepatu yang memakan keringat pada kaki, bakeri tersebut juga akan memproduksi zat asam sehingga akan membuat bau kaki menjadi tidak enak.

Kenapa manusia bisa memiliki bau kaki


Bau kaki bisa terjadi pada manusia karena tubuh manusia ditutupi oleh kelenjar yang bermanfaat untuk menurunkan suhu badan disaat cuaca sedang panas. Ada beberapa bagian dari tubuh yang memiliki konsentrasi kelenjar keringat yang tinggi daripada bagian tubuh yang lain yaitu kaki.
Menurut American Chemical Society, Keringat kaki pada umumnya tidak berbau, namun memiliki peran besar menyebabkan bau.

Ada yang berpendapat mengenakan kaos kaki saat memakai sepatu akan mengurangi terjadinya bau kaki. Pendapat ini sebenarnya keliru, justru penggunaan kaos kaki menjadikan kulit kaki menjadi susah untuk bernafas dan mengakibatkan kaki menjadi lembab sehingga memudahkan bakteri untuk berkembang biak.

Bakteri yang mengumpul pada kaki akan menebarkan gas berbau yang sangat menyengat. Gas yang dikeluarkan itu menjadi aroma kaki berbau tidak sedap. Bakteri yang mengeluarkan gas pada kaki terdapat 3 jenis, yaitu methanethiol, propanoic acid, dan isovaleric acid.

Methanethiol membuat kaki berbau seperti belerang dan keju, dan itu diproduksi dari kulit mati. Isovaleric acid juga menebarkan aroma seperti keju dan tengik seperti cuka. Sementara propanoic acid memiliki bau kecut.

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Kaki?


Tidak mudah memang dalam menghilangkan bau kaki. Hal tersebut karena berkaitan dengan factor keringat, sel kulit mati, dan bakteri. Akan tetapi kita bisa meminalisir dengan cara mencuci kaki menggunakan sabun antibakteri dan mengelupas sel kulit yang mati menggunakan scrub secara teratur.

Sebaiknya ganti kaos kaki setelah anda selesai gunakan dan pilihlah kaos kaki berbahan katun agar mudah meresap keringat yang menjadi penyebab terbesar terjadinya bau kaki.

Referensi artikel WajahAyu.com

Minggu, 12 Juli 2015

Tampil Cantik Dengan Model Gaya Rambut

Ingin tampil cantik, menarik menjadi keinginan setiap wanita. Merubah penampilan agar menjadi cantik bisa dilakukan dengan berbagai perawatan baik dari luar maupun dalam tubuh. Selain itu, merubah tatanan rambut juga menjadi faktor penting dalam menunjang penampilan agar menjadi lebih cantik.

model-gaya-rambut-cantik

Model gaya rambut buat wanita jumlahnya banyak sekali, namun kita sebaiknya hati-hati jika ingin merubah penampilan rambut karena jika tidak tepat dengan bentuk wajah bisa jadi keinginan untuk tampil cantik hilang bahkan akan terlihat lucu dan bisa jadi memalukan. Tentu hal tersebut tidak ingin terjadi bukan? Untuk itu langkah terbaik sebelum memutuskan mengganti model rambut, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan pakarnya atau mencari referensi di internet model gaya rambut apakah yang sesuai dengan bentuk wajah anda.

Penting juga untuk memperhatikan aktifitas keseharian anda, pilih model rambut yang cocok dan dalam menunjang kegiatan anda. Selain itu, anda juga memperhatikan usia. Jika usia anda sudah tua, tentu sebaiknya cari gaya rambut yang sesuai dengan umur dan hindari menggunakan model rambut gaya punk… hehehe (bisa dibayangkan jika nenek-nenek menggunakan model gaya punk, bisa jadi bahan tertawaan cucu nantinya).

Ada hal yang lebih penting lagi, yaitu lakukanlah perawatan rambut secara rutin baik itu penggunaan shampoo, kondisioner, maupun suplemen khusus rambut agar tetap indah, kuat, dan berkilau.

Berikut beberapa referensi tentang model gaya rambut dari gayarambut.org:

Perbedaan Karakteristik Jenis Produk Hairstyling

Dalam penataan rambut seringkali digunakan produk hairstyling, ada berbagai jenis produk untuk menata gaya rambut yang sering dipakai. Dari berbagai produk-produk tersebut juga memiliki manfaat sendiri dalam mempercantik model rambutnya.

perbedaan-jenis-produk-hairstyling

Berbicara jenis dan karakterisitk produk hairstyling, kali kami ingin memberikan jenis-jenis hairstyling yang sering digunakan serta perbedaannya.

1. Gel Rambut

Produk hairstyling yang banyak digunakan salah satunya adalah gel, pada tahun 1980 produk ini mulai diperkenalkan dan menjadi popular serta banyak penggunanya pada tahun 1990. Penggunaan gel biasanya digunakan oleh pemula dalam menata rambutnya.

Karakteristik gel jika digunakan adalah akan membuat rambut tampak basah, sedangkan daya kekuatan dari produk gel yang dijual di pasaran bermacam-macam jenisnya yaitu mulai dari yang soft hingga hard. Pemakai yang menggunakan tipe soft biasanya hanya sekedar membuat tampilan rambut menjadi basah, sedangkan daya hard akan membuat tampilan rambut menjadi kaku/stiff. Produk gel ini cocok digunakan untuk model rambut spike karena karakteristiknya yang membuat kaku.

2. Pamode

Produk hairstyling pamode ini merupakan produk yang telah banyak penggunanya pada era 70an. Sekarang saat tren rambut retro sedang booming, pamode kembali terkenal. Jenis pamode pada umumnya terdiri dari jenis oil based dan water based.

Karakterisitik pamode jika digunakan akan membuat rambut menjadi berkilau dan akan membuat rambut menjadi tight/ketat.

3. Wax

Wax menjadi produk yang juga umum digunakan pada saat ingin menata rambut. Wax juga memiliki banyak jenis dan karakteristik jika digunakan, namun secara dasar produk wax akan membuat tampilan natural pada rambut.

Bahan dasar yang digunakan produk wax umumnya adalah oil, sehingga jika digunakan agak sedikit susah untuk dibersihkan. Karakteristik wax lainnya adalah kemampuannya dalam re-style-able (tetap bisa di tata kembali rambutnya meskipun telah mengering).

4. Cream Rambut

Produk Cream juga merupakan produk hairstyling yang telah memiliki umur tua. Cream biasanya digunakan untuk melambabkan rambut dan juga dapat digunakan untuk perawatan rambut. Secara umum cream mengandung bahan anti dranduff.

5. Clay Rambut

Clay adalah produk improv dari wax, namun berbeda dengan wax yang memiliki tekstur creamy sedangkan clay bertekstur solid dan ketika di spread di telapak tangan akan menempel dan siap untuk ratakan pada bagian rambut.

6. Mist Rambut

Mist adalah produk liquid dari wax, jadi mist memiliki tekstur cair dan cara pemakaiannya adalah dengan menyemprotkan ke rambut. Karakteristik dari mist jika digunakan tidak jauh berbeda dengan hairstyling wax.

Itulah 6 produk hairstyling yang umum digunakan dalam penataan rambut agar tercipta model yang indah dan menarik. Source: GayaRambut.Org

Sabtu, 11 Juli 2015

Produk Hairstyling Apakah Merusak Rambut?

Pemakaian produk hairstyling memang penting digunakan disaat kita akan menata rambut. Namun kita juga harus tahu bahwa produk-produk ini dapat membuat rambut menjadi rusak jika penggunaannya dilakukan secara ceroboh, oleh karena itu gunakan hairstyling secara tepat agar rambut tidak rusak.
cara-memakai-hairstyling-yang-benar

Banyak orang mengatakan kalau memakai produk hairstyling akan membuat rambut menjadi beruban. Mitos tersebut sebenarnya tidak benar, karena sebenarnya rusak tidaknya rambut dikarenakan kebiasaan dari pengguna itu sendiri.

Memakai hairstyling akan membuat rambut rusak jika disaat memakainya tidak dibersihkan dengan benar sehingga akan berakibat buruk. Contoh perilaku pengguna yang tidak baik adalah kebiasaan orang Indonesia adalah melakukan keramas di pagi hari agar terlihat fresh, masalahnya adalah kebanyakan orang yang menggunakan produk hairstyling pada saat pagi dan tidak membersihkannya pada malam hari. Jadi Hairstyling dibersihkan pada saat pagi hari (pada saat keramas). Ini adalah kebiasaan yang tidak benar, karena pada saat pagi ketika menggunakan HairStyling lalu melakukan berbagai kegiatan sehingga akan membuat debu dan kotoran banyak yang menempel pada rambut yang akhirnya rambut akan menjadi kotor. Kemudian pada saat tidur dengan kondisi hairstyling dan kotoran tersebut masih menempel membuat rambut sulit bernapas. Hal inilah yang menyebabkan kerusakan pada rambut. Solusinya adalah bersihkan produk hairstyling sebersih mungkin pada saat sore atau malam sebelum tidur.

Ada juga yang mengatakan rambut disaat memakai produk wax, rambut akan menjadi seperti putih saat berkeriingat. Hal ini terjadi juga karena pengguna tidak benar cara memakainya. Banyak sekali para pemakai wax yang menggunakannya pada saat rambut dalam keadaan basah atau setengah kering, sehingga akan membuat rambut menjadi seperti putih. Perlu diketahui bahwa produk wax adalah berbahan dasar oil, jadi saat kita memakainya pada rambut yang basah tentu tidak akan menempel pada rambut dengan sempurna. Karena sifat oil dan air tidak bisa menyatu, sehingga pada saat berkeringat produk wax yang tidak menempel sempurna akan bercampur dengan keringat yang akan membuat warna keringat menjadi keputihan. Untuk itu gunakan wax pada rambut yang benar-benar kering.

Memakai produk hairstyling tidak akan membuat rambut menjadi rusak, jika penggunaannya dilakukan dengan baik dan benar. kutipan dari kaskus thanks to Modie Yusrifah and Nungky Zahria